Merangkai Identitas Bangsa Melalui Keberagaman Sastra Indonesia

Main Article Content

Nopia Yuniarsi

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya keberagaman sastra Indonesia dalam membentuk dan memperkuat identitas nasional. Sebagai negara kepulauan dengan ratusan etnis dan bahasa, Indonesia memiliki warisan sastra yang cukup mencerminkan kompleksitas budaya, nilai-nilai lokal, dan pengalaman hidup masyarakatnya. Sastra Indonesia tidak hanya mencakup karya berbahasa Indonesia, tetapi juga sastra daerah dalam berbagai bentuk seperti puisi, cerita rakyat, syair, hingga epos klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka untuk mengeksplorasi kontribusi sastra terhadap pembentukan keindonesiaan di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberagaman sastra tidak hanya memperkaya khazanah budaya nasional, tetapi juga berperan sebagai instrumen pendidikan karakter, media diplomasi budaya, serta ruang refleksi terhadap realitas sosial. Tokoh-tokoh seperti Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, dan W.S. Rendra telah menyuarakan semangat perjuangan dan kemanusiaan melalui karya mereka, yang hingga kini menjadi referensi penting dalam pendidikan dan kebudayaan. Meski menghadapi tantangan seperti rendahnya minat baca dan dominasi media digital asing, sastra Indonesia tetap memiliki peluang berkembang melalui Platform Digital dan gerakan literasi.

Article Details

Section

Articles

References

Ahmad, R. (2020). Bahasa, Budaya, dan Sastra . Malang: Grafika Media.

Andini, T. (2022). Literasi Sastra dan Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter: 10 (4) 67-75.

Anwar, K. (2023). Sastra dan Perubahan Sosial. Jakarta: Kompas Pustaka.

Arifin, S. (2024). Literasi Sastra dan Identitas Kebangsaan. Jurnal Kebudayaan Indonesia: 18 (1), 42-55.

Azizah, M. (2021). Pendidikan Sastra Untuk Generasi Z. Edu Humaniora: 9(2), 120-132.

Dewi, P. (2022). Strategi Kebijakan Sastra Nasional. Jurnal Budaya dan Seni: 12(1), 100-110.

Fauziah, D. (2021). Tantangan Sastra di Era Milenial. Cakrawala Pendidikan: 41(2) 234-247.

Hamzah, H. (2023). Narasi dan Jati Diri Bangsa. Palembang: Literasi Raya.

Hidayat, A. (2021). Sastra Digital: Inovasi atau Dekadensi. Litera: 19(2), 78-89.

Kurniawan, D. (2020). Narasi dan Nasionalisme. Bandung: Pustaka Rakyat.

Lestari, F. (2022). Revitalisasi Sastra Daerah. Bali: Pustaka Loka.

Marbun, E. (2020). Cerita Rakyat dan Identitas Budaya. Yogyakarta: Ombak.

Nugroho, B. (2023). Sastra, Politik, dan Kebangsaan. Surabaya: Garuda Media.

Nurhadi, A. (2021). Sastra Lokal dan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Bahasa: 5(1), 98-109.

Putri, L. (2021). Integrasi Budaya dalam Sastra Peranakan. Jurnal Ilmu Budaya: 22(3), 134-146 .

Rahmawati, N. (2023). Keberlanjutan Sastra Tradisional. Jurnal Bahasa dan Budaya: 7(3), 89-102.

Ramadhani, E. (2024). Ssatra dan Tranfortasi Sosial. Semarang: Sintesa Pustaka.

Rosyidah, I. (2020). Pemuda dan Sastra Digital. Jurnal Pemuda Indonesia: 3(3), 150-162.

Siregar, D. (2020). Sastra Nusantara dan Kebangsaan. Medan : Pustaka Nusa.

Susanti, M. (2023). Metode Kualitatif dalam kajian Sastra. Bandung: Literasi Nusantara.

Utami, R. (2021). Sastra dan Identitas Kolektif. Jakarta: LKIS.

Widodo, M. (2020). Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kemendikbud.

Yuliana, S. (2022). Perkembangan Ssatra Daerah dalam Era Globalisasi. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia: 15(1), 45-57.

Yuniarti, S. (2022). Kritik Sosial dalam Sastra Indonesia. Jurnal Kajian Sastra: 6(2), 70-84.

Zulfikar, R. (2021). Estetika Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Humanika.