Representasi Budaya Lokal Baduy dalam Film Ambu (2019) Karya Farid Dermawan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi budaya lokal Baduy dalam film Ambu (2019) karya Farid Dermawan. Film ini menampilkan potret kehidupan masyarakat Baduy yang sarat nilai-nilai adat, spiritualitas, dan dinamika sosial di tengah arus modernitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah representasi budaya lokal Baduy sebagaimana tergambarkan melalui elemen visual dan naratif dalam film Ambu. Data penelitian berupa gambar, adegan, dan dialog yang merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal Baduy. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan teknik baca dan catat untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk representasi yang muncul. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan semiotik naratif yang berfokus pada makna tanda dan struktur cerita dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima bentuk representasi budaya lokal Baduy dalam film Ambu (2019), yaitu: (1) Representasi visual tentang kesucian dan keterasingan masyarakat Baduy yang tampak melalui kostum, lingkungan, dan aktivitas keseharian; (2) Representasi naratif mengenai konflik identitas dan tradisi yang muncul akibat pertemuan antara adat dan dunia luar; (3) Representasi kontras visual yang menonjolkan pertentangan antara modernitas dan nilai-nilai adat; (4) Representasi intergenerasi yang memperlihatkan proses pewarisan nilai dan pendidikan sosial antar generasi; serta (5) Representasi rekonsiliasi nilai dan negosiasi identitas sebagai bentuk adaptasi budaya masyarakat Baduy di tengah perubahan zaman.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aini, S.S., Dinie, A.D. dan Rizky, S.H. (2024) “Upaya Pelestarian Budaya di Era Globalisasi Melalui Pendidikan Kewarganegaraan,” Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa, 3(1), hal. 142–149. Tersedia pada: https://doi.org/10.58192/insdun.v3i1.1809.
Alfathoni, M.A.M. dan Manesah, D. (2020) Pengantar Teori Film. Yogyakarta: Penerbit Deepublish ( Grup Penerbitan CV Budi Utama).
Aliffianda, A. dan Yusanto, F. (2022) “Representasi keberagaman budaya dalam film Raya and The Last Dragon,” Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 10(3), hal. 115. Tersedia pada: http://repository.uph.edu/41336/.
Anwar, D.R., Lisbet, S. dan Sabiruddin (2018) “Representasi Budaya Bontang Dalam Film 12 Menit Untuk Selamanya,” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 6(1), hal. 1–23.
Dzaki, M.H. dan Sumarlan, I. (2024) “Semiotic Analysis of Migration Cultural Representation in Film Ranah 3 Warna,” 4(1), hal. 162–171. Tersedia pada: https://doi.org/10.12928/sylection.v4i1.18717.
Fiantika, R.F. et al. (2020) Metodologi Penelitian Kualitatif, Rake Sarasin. Padang: PT. Global Esekutif Teknologi. Tersedia pada: https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en.
Gunawan, S. dan Fitriani (2025) “ArtComm Interaksi Antara Masyarakat Suku Baduy dan Dunia Luar ArtComm,” 8(1), hal. 1–12.
Hall, S. (1997) Cultural Representations, A Cultural History of Hair in the Modern Age. Calofornia 91320: Sage Publications Ltd. Tersedia pada: https://doi.org/10.5040/9781474206013.0012.
Hardani et al. (2023) Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.
Ida, R. (2016) Metode Penelitian Studi Media Dan Kajian Budaya.
Ikmalluddin, Nugraha, M. dan Dewi, T. (2025) “Kajian Etno Tentang Sunda Wiwitan: Integrasi Kepercayaan dan Adat di Kampung Baduy,” 1(1), hal. 1–10.
Khanifah, A. dan Handoyo, P. (2023) “The Transformation of the Baduy Tourism Village as a Public Space and Provincial Support Area,” 50(June), hal. 47–56.
Kusmayani, A.E.P. dan Elfrida, T. (2025) “Reflexive Fieldwork Practices in a Sacred Context : Researching the Baduy Religious Landscape,” 6(1), hal. 111–124.
Lantu, D.P.S. (2021) “Analisis Representasi Budaya Lokal Banyumas Melalui Mise En Scene Dan Dialog Dalam Film Sang Penari,” Reimajenasi Timbre: Nostalgia Bunyi Melalui Komposisi Musik, 3, hal. 1–16. Tersedia pada: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/8497.
Nurdiansyah, C. et al. (2023) “Representasi Budaya Bugis Makassar Dalam Film Tarung Sarung (Analisis Semiotika Roland Barthes),” Jurnal Media Penyiaran, 2(2), hal. 136–147. Tersedia pada: https://doi.org/10.31294/jmp.v2i2.1707.
Pamudi, F.B.S. (2023) Buku Ajar Semiotika. Jepara: UNISNU Prees.
Patria, T.A.D., Pamungkas, B.A. dan Asadulloh, H. (2024) “Analisis Film Ngeri-Ngeri Sedap: Pendekatan Metode Roland Barthes,” Jurnal Intekom, 2(01), hal. 28–41.
Rachman, F. (2018) “Representasi Dalam film,” Rachman,Febriannur [Preprint].
Ridho, M.R., Safitri, A. dan Nuri, Z. (2024) “INTERACTION PATTERNS OF THE BADUY SOCIETY,” 1(1).
Rohidin, R. (2020) Informasi Dalam Konteks Sosial Budaya. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Sahir, S. (2022) Buku ini di tulis oleh Dosen Universitas Medan Area Hak Cipta di Lindungi oleh Undang-Undang Telah di Deposit ke Repository UMA pada tanggal 27 Januari 2022. Jawa Timur: PENERBIT KBM INDONESIA.
Sari, D.P., Gunawijaya, J. dan Nurbaeti (2023) “KEASLIAN : DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI MATA PEMUDA SUKU BADUY [ Authenticity : The Cultural Attraction in The Eyes of Youth of Baduy Tribes ],” 7(2), hal. 1–10.
Suparmini, S., Setyawati, S. dan Sumunar, D.R.S. (2015) “Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal,” Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.21831/hum.v18i1.3180.
Tazakka, M.S., Dewa, R.P. dan Putro, A.A. (2020) “Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film (Studi Semiotika Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film ‘Mantan Manten’ Karya Farishad Latjuba),” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(4), hal. 161. Tersedia pada: https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i4.1080.
Umaroh, L. dan Maulida, A. (2025) “A Film Semiotics Study of Representation on Duality Female Character,” 8(1), hal. 135–148.