Religiusitas dalam Kehidupan Lansia yang Tinggal Sendirian
DOI:
https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.313Keywords:
Lansia, ReligiusitasAbstract
Lansia merujuk pada individu yang telah memasuki usia 65 tahun ke atas. Masa lanjut usia merupakan tahap akhir dalam perjalanan kehidupan manusia, di mana proses penuaan menjadi fase yang pasti dialami oleh setiap orang. Penelitian ini dilakukan di Kota Palembang, Kecamatan Ilir Barat I , dengan tujuan untuk mengetahui peran spiritualitas dan religiusitas pada lansia yang tinggal seorang diri, serta untuk menggambarkan kondisi spiritualitas dan religiusitas yang mereka miliki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil wawancara, lansia yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian, ibadah di masjid, dan rutinitas berdzikir dapat lebih mudah mengatasi kesepian dan terhindar dari isolasi sosial. Aktivitas religius tersebut memberikan rasa tenang, nyaman, dan memungkinkan mereka membangun hubungan sosial yang suportif. Meskipun mengalami penurunan kesehatan, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi lansia untuk tetap konsisten beribadah. Selain itu, dukungan keluarga dan komunitas juga memiliki peran penting dal Lansia merujuk pada individu yang telah memasuki usia 65 tahun ke atas. Masa lanjut usia merupakan tahap akhir dalam perjalanan kehidupan manusia, di mana proses penuaan menjadi fase yang pasti dialami oleh setiap orang. Penelitian ini dilakukan di Kota Palembang, Kecamatan Ilir Barat I , dengan tujuan untuk mengetahui peran spiritualitas dan religiusitas pada lansia yang tinggal seorang diri, serta untuk menggambarkan kondisi spiritualitas dan religiusitas yang mereka miliki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil wawancara, lansia yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian, ibadah di masjid, dan rutinitas berdzikir dapat lebih mudah mengatasi kesepian dan terhindar dari isolasi sosial. Aktivitas religius tersebut memberikan rasa tenang, nyaman, dan memungkinkan mereka membangun hubungan sosial yang suportif. Meskipun mengalami penurunan kesehatan, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi lansia untuk tetap konsisten beribadah. Selain itu, dukungan keluarga dan komunitas juga memiliki peran penting dalam mendorong mereka untuk tetap istiqamah dan semakin dekat dengan Sang Pencipta.aam mendorong mereka untuk tetap istiqamah dan semakin dekat dengan Sang Pencipta.
References
Aisyah, A., & Chisol, R. (2020). Rasa syukur kaitannya dengan kesejahteraan psikologis pada guru honorer sekolah dasar. Proyeksi, 13(2), 109.
Amalia, V. R., & Nashori, F. (2021). Hubungan antara religiusitas dan efikasi diri dengan stres akademik mahasiswa farmasi. Psychosophia: Journal of Psychology, Religion and Humanity, 3(1), 36-55.
Amalia, V. R., & Nashori, F. (2021). Religiusitas, efikasi diri, dan stres akademik mahasiswa farmasi. Psychosophia: Journal of Psychology, Religion and Humanity, 3(1).
Anisa, R. N., Putri, A. K., Pamungkas, V. V. T., Hasanah, Y. P., & Hikmah, S. (2024). Studi kasus pada lansia: Perbedaan sosio emosional lansia di panti wredha dengan lansia di rumah. Jurnal Empati, 13(1), 30–37.
Author, A. A. (2021). Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia. Neliti.
Bandiyah, S. (2018). Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.
BANKING. Identification of micro factors on value of manufacturing company. Journal of Research in Business, Economics, and Education, 1(1), 71- 84.
Damasti, M. (2018). Kematangan beragama pada lansia penghuni panti sosial tresna werdha teratai (pstwt) palembang. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang. Mulyadi. (2015). Perkembangan Jiwa Keberagaman Pada Orang Dewasa dan Lansia. Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan, 2(3),554-555.
Deu., Z. F., Rini., & Ibrahim, A. S. (2015). Hubungan Fungsi Kognitif dengan Kemampuan Interaksi Sosial pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Universitas Negeri Gorontalo.
Gagahriyanto, M. A. (2023). Literature review: Konsep religiusitas dan spiritualitas dalam penelitian psikologi di Indonesia. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 352–358.
Goreta, P. C., & Leppang, J. (2021). Religiusitas sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik. Research and Development Journal of Education, 7(1), 553–557.
Hidayah, N., Purwandani, S., Fitriana, R. A., & Tandiono, I. M. (2024). Makna kebahagiaan lansia yang tinggal sendirian di rumah. J. Sintesis: Penelitian Sains dan Kesehatan, 5(2), 211–217.
Iswara, M. A. (2021). Indonesia ranks among most religious countries in Pew study. The cultural psychology of religios.
Khoirunnisa, S. K. (2022). Analisis manajemen pendidikan sekolah dasar berorientasi multikultural (Studi kasus di SD Negeri Sangiang Jaya). Jurnal Eduscience (JES), 9(1).
Lestari, A., & Hartati, N. (2016). Hubungan self-efficacy dengan subjective well-being pada lansia yang tinggal di rumahnya sendiri. Jurnal RAP UNP, 7(1), 12–23.
Maryani. (2021). Esensi ibadah dan pengamalannya perspektif hukum Islam. Jurnal Literasiologi, 7(1).
McFarland, M. J. (2009). Religion and mental health among older adults: Do the effects of religious involvement vary by gender?. Journal of Gerontology: Social Sciences, 65(5), 621–630.
Sadr, M. B. Journal of Research in Business, Economics and Management, 13(2), 2431-2436.
Mutaqin, M. Z. (2022). Konsep sabar dalam belajar dan implikasinya terhadap pendidikan islam. jurnal of Islamic Education: The Teacher of Civilization,3(1).
Muthohar, M. (2017). Menakar religiusitas seorang Muslim menurut persepsi Ibnu Hajar Al-Asqalani. Jurnal Ilmiah Pesantren, 3(2), 405-415.
Muthohar, M. (2017). Menakar religiusitas seorang muslim menurut persepsi Ibnu Hajar Al-Asqalani. Jurnal Ilmiah Pesantren, 3(2), 405–415.
Najtama, F. (2017). Religiusitas dan kehidupan sosial keagamaan. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 9(2), 421–450.
Nasution, M. F. M., & Munthe, R. R. (2025). Aspek ekonomi dan sosial. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(2), 162–172.
Putri, D. E. (2021). Hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia. Nama Jurnal, 2(4), 1147.
Rasyid, H., Octaviani, N. D., & Ulfah, M. (2025). Konsep fisik, jiwa, dan ruh sebagai landasan pendidikan Islam. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3).
Ritonga, A.Rahman, Prof.DrH.MA., (2005). Akhlak Merakit Hubungan Dengan Sesama Manusia.
Rusminingsih, Rodiah, S., Sawitri, E., (2022). Perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal bersama keluarga dengan lansia yang tinggal sendiri. Jurnal Ilmu Kesehatan. 17(2).
Safrilsyah, R. B.,& Duraseh, N. Religiusitas dalam perspektif islam: Suatu kajian psikologi agama. Substantia, 12(2).
Setiawan, M. R. E., Wulandari, C. A., Azalia, A., Anindya, S., Asri, Q. N., & Nursyifa. (2025). Aktivitas keagamaan sebagai manifestasi religiusitas di Masjid SMB 1 Jayo Wikramo Palembang. Proceeding Conference on Da'wah and Communication Studies, Vol. 4.
Shrivastava, S. R. B. L., Shrivastava, P. S., & Ramasamy, J. (2013). Health-care of elderly: Determinants, needs and services. International Journal of Preventive Medicine, 4(10), 1224–1225.
Yuliviona, R., Aprilio, K., & Azliyanti, E. (2024). Pengaruh dimensi religiusitas muslim milenial terhadap niat berperilaku menggunakan syar'i. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(2), 693–700.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Faza Aulia, Thasya Shakila Alifah, Intan Aini, Iwan, Nailah Rofifah Luthfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

