Kegiatan Pengajian Untuk Ketenangan Jiwa Jemaah
DOI:
https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.300Keywords:
Pengajian, ketenangan jiwa, spiritualitas, dukungan sosial, psikologi agamaAbstract
Kegiatan pengajian merupakan aktivitas keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan ketenangan jiwa bagi jemaah. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman jemaah dalam memperoleh ketenangan batin melalui kegiatan pengajian, mengidentifikasi komponen pengajian yang paling berpengaruh terhadap ketenangan jiwa, serta mengetahui perubahan psikologis yang dialami setelah mengikuti pengajian secara rutin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dua jemaah lanjut usia yang aktif mengikuti pengajian di Masjid Nurul Hidayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian memberikan ketenangan jiwa melalui beberapa aspek, yaitu: dukungan sosial dari teman sebaya, pengalaman emosional positif seperti rasa lega dan lapang, rutinitas spiritual yang bermakna di masa pensiun, suasana masjid yang kondusif, peningkatan pengetahuan agama, serta perubahan sikap dan perilaku sehari-hari. Ketenangan yang diperoleh tidak bersifat sementara, tetapi memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan keteguhan spiritual dan semangat religius. Temuan ini menegaskan bahwa pengajian merupakan salah satu bentuk aktivitas religius yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental, ketenangan jiwa, dan kualitas spiritual jemaah.
References
AbdAleati, N. S., Zaharim, N. M., & Mydin, Y. O. (2016). Religiousness and mental health: Systematic review study. Journal of Religion & Health, 55(6), 1929–1937.
Abdullah, A., Hort, K., Abidin, A. Z., & Amin, F. M. (2012). How much does it cost to achieve coverage targets for primary healthcare services? A costing model from Aceh, Indonesia. International Journal of Health Planning and Management, 27(3), 226–245.
Acoba, E. F. (2024). Social support and mental health: The mediating role of perceived stress. Frontiers in Psychology, 15, Article 1330720. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1330720
Aggarwal, N. K. (2013). Cultural psychiatry, medical anthropology and the DSM-5 field trials. Medical Anthropology, 32(4), 393–398.
Alang, S. M. (2016). “Black folk don’t get no severe depression”: Meanings and expressions of depression in a predominantly Black urban neighborhood in Midwestern United States. Social Science & Medicine, 157, 1–8.
Ananta, A., Arifin, E. N., Hasbullah, M. S., Handayani, N. B., & Pramono, A. (2015). Demography of Indonesia’s ethnicity. Institute of Southeast Asian Studies.
Anjani, V. M. D. (n.d.). Dukungan sosial dengan strategi coping religius pada janda polisi (Warakawuri). Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah.
APA. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Association.
Arham, A. B., & Azizah, E. N. Peran Syukur dalam Psikoterapi Islam: Pendekatan Holistik untuk Mengatasi Kecemasan. Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling. DOI: 10.33367/jtpigc.v2i1.7052
Asna, A., & Fitria, D. (2025). Psikologi agama dan kesehatan mental. Inovasi Pendidikan Nusantara, 6(1).
Asih, Z. K. A., Sukino, A., & Sukmawati, F. (2024). Spiritualitas Islam sebagai faktor protektif kesehatan mental. Kartika: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 6(1), 45–58.
Buchalter, S. I. (2009). Art therapy techniques and applications. Jessica Kingsley Publishers.
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Darwati, Y., & Hafil, A. S. (n.d.). Kontribusi koping religius dalam mengatasi stres pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha. Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam.
Firmansyah, A. (2022). Aktivitas keagamaan sebagai media penguatan kesehatan mental. Jurnal Psikologi dan Pengembangan, 4(1), 55-66
Feeney, B. C., & Collins, N. L. (2014). A new look at social support: A theoretical perspective on thriving through relationships. Personality and Social Psychology Review, 19(2), 113–147. https://doi.org/10.1177/1088868314544222
Hasanah, N. (2018). Peran pengajian dalam membentuk ketenangan batin masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Keagamaan, 6(2), 134-146.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and mental health: Research and clinical implications. ISRN Psychiatry, Article 278730. https://doi.org/10.5402/2012/278730
Lubis, N. L., & Wulandari, R. (2021). Religious coping dan kesejahteraan psikologis pada masyarakat dewasa. Jurnal Psikologi, 18(2), 145–158.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif Remaja Rosdakarya. Inter Komunika, Stikom InterStudi, 4(13), 543-560.
Nurhayati, S., & Putri, L. D. (2020). Religiusitas dan kesehatan mental pada masyarakat. Jurnal Psikologi Islam, 7(1), 45–57.
Oman, D., & Thoresen, C. E. (2005). Do religion and spirituality influence health? In S. J. Lopez (Ed.), Oxford handbook of health psychology. Oxford University Press.
Pargament, K. I. (2011). Spiritually integrated psychotherapy: Understanding and addressing the sacred. Guilford Press.
Putri, A., & Budiman, R. (2021). Spiritualitas dan psychological well-being pada jamaah pengajian. Jurnal Psikologi Nusantara, 9(1), 12-25.
Rahmawati, H. (2019). Peran majelis taklim dalam meningkatkan ketenangan batin jamaah. Jurnal Studi Keislaman dan Masyarakat, 14(2), 112–123.
Rohma, S., & Tondok, M. S. (n.d.). Peran coping religius dan dukungan sosial terhadap resiliensi mahasiswa. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Szcześniak, M., Kroplewski, Z., & Szałachowski, R. (2020). The mediating effect of coping strategies on religious/spiritual struggles and life satisfaction. Religions, 11(4), 195.
Smith, T. B., McCullough, M. E., & Poll, J. (2003). Religiousness and depression: Evidence for a main effect and the moderating influence of stressful life events. Psychological Bulletin, 129(4), 614–636.
Thoits, P. A. (2011). Mechanisms linking social ties and support to physical and mental health. Journal of Health and Social Behavior, 52(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/0022146510395592
Universitas Islam Indonesia. (n.d.). Peran coping religius dan kesejahteraan subjektif. Psikologika.
Wahyuni, R. (2018). Fungsi majelis taklim sebagai sumber dukungan sosial bagi perempuan. Jurnal Komunikasi Islam, 9(1), 55–68.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Adinda Falsyah, Asmiranda, Rachael Nabila Ramadhani, Nanda Choirun Nisa, Sufiati Ningsih, Nur Farde Putri Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

