Persepsi Terhadap Rasa Ingin Tahu dan Identitas Religius Pengunjung Setelah Mengunjungi Museum Bayt Al-Quran Al-Akbar Palembang
DOI:
https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.309Keywords:
Museum, Rasa Ingin Tahu, Persepsi, Identitas ReligiusAbstract
Museum selalu menjadi tempat yang menarik perhatian bagi para peminatnya, begitupun dengan Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar Palembang. Museum yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan ini menyita banyak perhatian masyarakat, karena ornamen-ornamen kaligrafi yang memukau dan sangat indah untuk dilihat. Tidak hanya itu, sejak mendapat rekor dari MURI sebagai museum terbesar di dunia, museum ini semakin banyak diminati oleh banyak pengunjung dari berbagai daerah bahkan hingga luar negeri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan rasa ingin tahu pengunjung setelah mengunjungi Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar Palembang, serta mengetahui identitas religius yang dimiliki pengunjung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwasanya museum tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata saja, tetapi dapat digunakan sebagai tempat untuk menambah wawasan dan pengetahuan pada diri kita. Persepsi yang ada pada diri setiap pengunjung terhadap museum ini tergolong positif, yang dimana dari persepsi tersebut menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih mendalam tentang Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar Palembang serta pakaian yang digunakan para pengunjung menggambarkan identitas religius atau keagamaan yang dimiliki oleh setiap pengunjung.
References
Al-Qur’an al-akbar Palembang: Keajaiban religi terbesar di dunia. (2025, 02 November). Dokter Traveler. https://www.doktertraveler.com/2025/11/01/al-quran-al-akbar-palembang-keajaiban-religi-terbesar-di-dunia/
Ammerman, N. T. (2014). Sacred stories, spiritual tribes: Finding religion in everyday life. Oxford University Press. https://academic.oup.com/book/9179
Ardiansyah, A., Risnita, R., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Brohmer, H., Fauler, A., Floto, C., Athenstaedt, U., Kedia, G., Eckerstorfer, L.V., & Corcoran, K. (2019). Inspired to land a hand? Attempts to elicit prosocial behavior through goal contagion. Frontiers in Psychology, 10, 545. https://doi.org/10.31219/osf.io/85wvp
Deriyanto, D., & Qorib, F. (2018). Persepsi mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang terhadap penggunaan aplikasi tiktok. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(2), 77-83. https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fisip/article/view/1432
Etikan, I., Musa, S.A., & Alkassim, R.S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical andApplied Statistics, 5(1), 1-4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Febrian, R., Kusnadi., & Walian, A. (2024). Strategi manajemen bayt al-qur’an al-akbar palembang dalam meningkatkan daya tarik wisata religi. Social Science and Contemporary Issues Journal, 322-331. https://journal.scidacplus.com/index.php/sscij/
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi.
Habsy, B. A. (2017). Seni Memahami Penelitian Kualitatif Dalam Bimbingan Dan Konseling: Studi Literatur. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i2.56
Huang, D. (2023, 09 Februari). Healing hati di museum al akbar Palembang. Langkah Pergi. https://deddyhuang.com/2023/02/09/museum-al-akbar-palembang/
Litman, J.A. (2005). Curiosity and the pleasure of learning: Wanting and liking new information. Cognition and Emotion, 19(6), 793-814. https://doi.org/10.1080/02699930541000101
Litman, J.A. (2007). Curiosity as a feeling of interest and feeling of deprivation: The I/D model of curiosity. In: Issues in the Psychology of Motivation, 149-156. https://drjlitman.net/wp-content/uploads/2013/11/Litman-2007-invited-chapter.pdf
Miles, & Huberman. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Menyelami keagungan al-qur’an al-akbar, mushaf terbesar di dunia. (2021, 06 Juli). Merdeka.com. https://www.merdeka.com/travel/menyelami-keagungan-al-quran-al-akbar-mushaf-terbesar-di-dunia.html
Mubarat, H. & Iswandi, H. (2018). Aspek-aspek estetika ukiran kayu khas Palembang pada al-qur’an al akbar. Jurnal Ekspresi Seni, 20(2), 139-152. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/view/403
Mu’asyara, et al (2024). Transformasi identitas religius dan spiritualitas dalam era sekularisasi: Perspektif sosiologi agama. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(4), 254–265. https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1678
Nabila, S.U. (2025, 20 Agustus). Memahami definisi observasi menurut pandangan pakar pendidikan. Yulizar Post.
Ningrum, CHC., Fajriyah, K., & Budiman, M.A. (2019). Pembentukan karakter rasa ingin tahu melalui kegiatan literasi. Indonesian Values and Character Education Journal, 2(2), 69-78. https://doi.org/10.23887/ivcej.v2i2.19436
Nisa, A.H., Hasna, H., & Yarni, L. (2023). Persepsi. KOLONI: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(4), 213-226. https://doi.org/10.31004/koloni.v2i4.568
Pahlevi, R. (2016). Dakwah kultural bayt al-qur’an al-akbar ukiran kayu khas melayu Palembang. Intizar, 22(1), 173-197. https://doi.org/10.19109/intizar.v22i1.548
Park, C. L. (2010). Making sense of the meaning literature: An integrative review of meaning making and its effects on adjustment to stressful life events. Psychological Bulletin, 136(2), 257–301. https://spiritualitymeaningandhealth.uconn.edu/wp-content/uploads/sites/2598/2019/03/Making-Sense-of-the-Meaning-Literature.pdf
Peel, L. (2005). Becoming muslim: The development of a religious identity. Sociology of Religion, 66(3), 215-242. https://doi.org/10.2307/4153097
Raksapati, A. (2020). Museum Sebagai Daya Tarik Wisata di Indonesia. Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB, 18(2), 1-4. https://doi.org/10.5614/wpar.2020.18.2.01
Rennie, L. J., & Johnston, D. J. (2004). The nature of learning and creativity in science museums. International Journal of Science Education, 26(9), 1113–1134. https://doi.org/10.1002/sce.20017
Republik Indonesia (1995). Peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 19 tahun 1995 tentang pemeliharaan dan pemanfaatan benda cagar budaya di museum. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1995 Nomor 35.
Ristiani, R., Disurya, R., & Oktavia, M. (2020). Dampak Objek Wisata Al-Quran Akbar Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Gandus Kota Palembang. JURNAL SWARNABHUMI: Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi, 5(1), 54-62. https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v5i1.3343
Romdona, S., Junista, S.S., & Gunawan, A. (2025). Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara dan kuesioner. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 39–47. https://doi.org/10.61787/taceee75
Schmees, S., Abu-Raiya, H., Koenig, H. G., & Hafen, M. (2024). Religious identity as a predictor of well-being and resilience: A systematic review. Journal of Religion and Health, 63(1), 112–130. https://link.springer.com/article/10.1007/s10943-023-01966-6
Silberman, I. (2005). Religion as a meaning system: Implications for the new millennium. Journal of Social Issues, 61(4), 641–663. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.2005.00425.x
Swarjana, I.K. (2022). Konsep pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, stres, kecemasan, nyeri, dukungan sosial, kepatuhan, motivasi, kepuasan, pandemi covid-19, akses layanan kesehatan-lengkap dengan konsep teori, cara mengukur variabel, dan contoh kuisioner. Penerbit Andi.
10 negara dengan umat muslim terbanyak, Indonesia peringkat satu. (2025, 03 Maret). Detikjabar. https://www.detik.com/jabar/berita/d-7803002/10-negara-dengan-umat-muslim-terbanyak-indonesia-peringkat-satu
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mutiya Nurul Wahidah, Muhammad Hasbi Ash Shiddieq, Aftiana Dwi Rahayu, Mutiara Nur Insani, Ibni Nur Hilma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

