Makna Well-Being Dalam Pengalaman Ziarah di Makam Ki Marogan Palembang

Authors

  • Sari Wulandari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Dwina Ishaky Afifah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Aliyah Maretha Dhimas Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sebrina Cahya Al Ramadani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Cindy Zabena Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.298

Keywords:

hubungan positif, penerimaan diri, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, well-being, ziarah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peziarah di Makam Ki Marogan Palembang
memaknai well-being melalui pengalaman spiritual mereka. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif
menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan, penelitian ini mengeksplorasi
proses batin, motivasi, serta pengalaman subjektif para informan, termasuk yang berperan sebagai
penjaga makam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ziarah memberikan ketenangan emosional,
penguatan keyakinan religius, serta ruang refleksi diri yang membantu individu menerima diri,
mempererat hubungan sosial, dan memperjelas tujuan hidup. Menurut Ryff, enam dimensi
kesehatan psikologis (PWB) yaitu penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan
lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Pengalaman peziarah menunjukkan
karakteristik ini. Ziarah dianggap sebagai ritual keagamaan namun juga sebagai proses spiritual dan
mental yang meningkatkan makna hidup, meningkatkan kekuatan hati, dan meningkatkan kesehatan
batin.

References

Ahmed, S. K., Mohammed, R. A., Nashwan, A. J., Ibrahim, R. H., Abdalla, A. Q., Ameen, B. M., &

Khdhir, R. M. (2025). Using thematic analysis in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 6, 100198. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2025.100198

Barcaccia, B., Trombini, E., Lauriola, M., Palazzeschi, L., & Caci, B. (2023). Purpose in life as a

psychological asset for well-being and protection against depression. Frontiers in Psychology, 14.

Desi, D., Tomasoa, S. J., & Soegijono, S. P. (2017). Well-being: Studi sosiodemografi di Ambon.

Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 2(2), 28–41. https://doi.org/10.30651/jkm.v2i2.947

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.

https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38030

García, D., Kazemitabar, M., Habibi Asgarabad, M., & kolaborator lainnya. (2023). The 18‑item

Swedish version of Ryff’s Psychological Well‑Being Scale: Psychometric properties based on classical test theory and item response theory. Frontiers in Psychology, 14.

Giotsa, A., & Mitrogiorgou, E. (2025). Positive Psychology, Interpersonal Acceptance and Rejection

Theory and Systemic Approach: Perspectives on Combined Applications. Psychology, 16(4), 532‑549.

Hanantaqiya, F., & Pradana, C. R. (2025). Penerapan teori humanistik dengan menggunakan teknik

self‑acceptance untuk mengatasi insecurity pada remaja melalui refleksi diri. Counseling For All : Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 12–31.

Hasan, N. (2018). Tradisi Ziarah dan Konstruksi Keberagamaan di Jawa. Gadjah Mada University

Press. https://ugm.ac.id/p/buku-tradisi-ziarah

Johansen, M. O., Eliassen, S., & Jeno, L. M. (2024). Autonomy need satisfaction and frustration

during a learning session affect perceived value, interest, and vitality among higher education students. Scandinavian Journal of Educational Research. Advance online publication.

Kusbadini, W., & Suprapti, V. (2014). Psychological well-being perempuan dewasa awal yang

pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Jurnal Psikologi, 3(2), 80–92.

Lavelle, J. S. (2025). Less theory, more observation: A response to psychology’s ‘theory crisis’.

Philosophy, 99(4).

Mirdad, J. (2022). Pembentukan Wisata Religi dalam Tradisi Ziarah Kubur. Bidayah: Studi Ilmu‑Ilmu

Keislaman, 15(1).

Meileni, H., Apriyanti, D., & Choirudin, C. (2018). Implementasi Mobile Gis Pemetaan Objek Wisata

Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Fifo, 10(1), 99-104. https://dx.doi.org/10.22441/fifo.v10i1.2945

Paloutzian, R. F., & Ellison, C. W. (1982). Loneliness, spiritual well-being and the quality of life. In

L. A. Peplau & D. Perlman (Eds.), Loneliness: A sourcebook of current theory, research and therapy (pp. 224-237). Wiley Interscience.

Rahmawati, R., Sari, N., & Putra, A. (2024). Teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data

dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metode Penelitian, 12(2), 45–53.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2001). On happiness and human potentials: A review of research on

hedonic and eudaimonic well-being. Annual Review of Psychology, 52(1), 141-166. DOI: https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.141

Rahmat, A. (2021). Pendekatan kualitatif dalam penelitian sosial. Jurnal Socius, 10(2), 123–134.

https://doi.org/10.24036/scs.v10i2.115345

Raco, J. (2019). Penelitian eksploratif dalam ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(3), 45–56. https://doi.org/10.31004/jip.v8i3.2345

Rahma, U. (2024). Inisiatif pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan psikologi: Peran mediasi dalam makna kehidupan mahasiswa penyandang disabilitas. Wacana, 27(2), 145‑160.

Sari, P. A., & Putri, A. T. (2022). Kearifan Lokal dan Tradisi Islam: Studi Makam Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud (Ki Marogan) di Palembang. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 1(2), 1-15. (https://ejournal.upi.edu/index.php/JSK/article/view/42151)

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (ed. 27). Alfabeta.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being. Free Press.)

Salim, A., & Syahrum. (2021). Analisis data kualitatif model interaktif. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 5(2), 89–98. https://doi.org/10.32585/jkp.v5i2.1523

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (8th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Saghita, D. N., Shakiera, L., Aziz, H. N., & Wardah, F. M. (2023). Psychological well-being: Penerimaan diri dan penguasaan lingkungan, mengenali mindfulness dari sikap negatif ke surplus sikap positif hidup. Journal of Indonesian Psychological Science, 3(2), 398–415.

Triacitra, R. A. (2021). DARI KUTO GAWANG KE KUTO BESAK: Pasang Surut Perdagangan Pada Masa Kesultanan Palembang Tahun 1804-1821. Tesis UIN Raden Fatah Palembang.

Trisiah, A., Puspita, W., & Septiyanti, R. (2019). Visit The Tomb Of Ki Marogan: Preservation Of Religious Tradition In Muslim Malay Community. Journal Of Malay Islamic Studies, 3(1).

Wahyuni, D., & Herdiana, I. (2020). Deskriptif kualitatif sebagai metode memahami fenomena sosial. Jurnal Psikodimensia, 19(2), 150–160. https://doi.org/10.24167/psidim.v19i2.2621

Yusuf, M. (2020). Teknik wawancara semi-terstruktur dalam penelitian kualitatif. Jurnal Riset Pendidikan, 2(1), 87–96. https://doi.org/10.31002/jrp.v2i1.1128

Yang, X., Chen, L., & Zhuang, Y. (2025). Self-determination theory and the influence of social support on autonomy and well-being. Frontiers in Psychology, 16, Article 1545980.

Downloads

Published

2025-12-16

How to Cite

Sari Wulandari, Dwina Ishaky Afifah, Aliyah Maretha Dhimas, Sebrina Cahya Al Ramadani, & Cindy Zabena. (2025). Makna Well-Being Dalam Pengalaman Ziarah di Makam Ki Marogan Palembang. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 4, 40-52. https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.298

Similar Articles

1-10 of 63

You may also start an advanced similarity search for this article.